Sunday, September 16, 2012

Pergaulan Dalam Islam (Lelaki & Perempuan)

Syukur saya ke hadrat Ilahi atas rahmahNya dapat saya di sini membincangkan mengenai perkara yang perlu dititik beratkan pada waktu kini ini. Perkara yang hendak dibincangkan di sini bukanlah lagi perkara yang asing bagi kita semua malahan ianya telah berlanjutan semenjak zaman-berzaman dahulu dan nampaknya ianya terus berlarutan dan semakin menjadi-jadi. Oleh yang demikian, marilah kita bersama-sama memperdalamkan pengetahuan mengenai “Pergaulan Antara Lelaki & Perempuan Di Dalam Islam”.
Hubungan antara lelaki dan perempuan dalam Islam terbahagi kepada 2. Ianya adalah hubungan ‘Mahram’ dan ‘Bukan Mahram’. Hubungan mahram adalah seperti yang kita sedia maklum seperti yang dinyatakan dalam Al-Quran Al-Qarim tersebut:
“Diharamkan atas kamu (mengahwini) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perempuanmu, ibu-ibu yang menyusukanmu, saudara-saudara perempuanmu yang sesusuan, ibu-ibu isterimu (mertua), anak-anak tiri yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri; tetapi jika kamu belum mencampuri mereka, maka tidaklah berdosa atasmu (mengahwini anak tiri itu), isteri-isteri anak kandunganmu (menantu) dan mengumpulkan (mengahwini) dua perempuan yang bersaudara, kecuali pada masa yang telah lalu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [4:23]
Apa yang ingin saya tekankan di sini adalah mengenai hubungan antara bukan mahram yang perlu diambil kira dengan teliti dan berhati-hati. Hubungan bukan mahram adalah aturan pada hubungan mahram yang tidak berlaku di sini. Antaranya adalah:
1. Berkhalwat (berdua-duaan).
2. Larangan melihat langsung dan kewajiban menutup aurah.
3. Perempuan perlu ada mahram aslinya apabilah berbicara dengan bukan mahramnya.
4. Etc…
Semua ini adalah perlakuan yang perlu dilakukan secara berhati-hati agar tidak terkeluar dari garis panduan Islam yang mana dapat menjerumus ke lembah maksiat dan mendapat balasan api neraka di akhirat kelak.
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu sangat keji dan sejahat-jahat jalan (terkutuk).” [17:32]
“Katakanlah bagi mukmin (laki-laki) hendaklah menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka… Katakanlah bagi mukmin (perempuan) hendaklah menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka serta aurahnya… Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu buat… Dan taubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya memperoleh keberuntungan.” [24:30-31]
Rasulullah (saw) berpesan kepada Ali (as):
“Wahai Ali, jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.”
(H.R.: Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).
Al-Hakim meriwayatkan:
“Hati-hatilah kamu dari berbicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya.”
Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya, dan lebih jauh terjerumus ke zina badan dengan berciuman, saling bersentuhan dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan.
Ath-Thabarani meriwayatkan: Rasullullah (saw) bersabda:
“Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh syaithan antara keduanya. Dan seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.”
Dalam kitab Dzamm ul-Hawa oleh Ibnul Jauzi disebutkan bahwa Abu Hurairah (ra) dan
Ibn Abbas (ra) keduanya berkata, Rasulullah (saw) berkhotbah:
“Barangsiapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan syurga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barangsiapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barangsiapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan di belenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan barangsiapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus mencium, bergaul, menggoda dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut.”
Islam telah mengaturkan dengan lengkap, peraturan-peraturan dalam pergaulan antara bukan mahram. Antaranya adalah melalui sistem khitbah @ lamaran, dan pernikahan.
“Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk bernikah, maka hendaklah ia bernikah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi siapa yang tidak mampu untuk bernikah maka hendaklah ia berpuasa karena puasa itu dapat mengurangi nafsu syahwat.”
(H.R.: Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).
Lelaki dan Perempuan sememangnya dibenarkan untuk suka-menyukai antara satu sama lain asalkan ianya tidak bercanggah dengan syariah Islam yang telah ditetapkan. Dibolehkan bagi mereka untuk saling berkenalan sebelum berlakunya ikatan pernikahan agar dapat mereka berkenalan bagi menjamin kehidupan yang bahagia di masa hadapan dan tidak menyesal, asalkan berdasarkan syariah Islam yang telah ditetapkan dalam Al-Quran dan Al-Hadith @ As-Sunnah.
Namun yang amat mendukacitakan kita pada era modern kini ini adalah semuanya dilakukan dengan suka hati, bebas, tanpa mengambil endah syariah Islam yang mana jika diambil kira hukuman dalam Al-Quran bagi mereka yang berzina adalah amat berat sekali. Fikir-fikirkanlah yang mana ianya sepatutnya hukuman yang dilakukan baru di dunia ini sudah sedemikian, apatah lagi balasannya di akhirat kelak. Marilah kita jadikan peristiwa yang lalu sebagai pengajaran, dan sentiasa memperdalam pengetahuan dalam Islam dan melakukan setiap perbuatan menggunakan akal.
Ingin saya disini berkongsi dengan semua,- ‘Jika kita mengaku seorang Muslimin, kita akan percaya adanya Allah (swt), apabila kita percaya adanya Allah (swt), kita percaya yang Allah (swt) sentiasa memerhatikan segala perbuatan kita. Dan bagi setiap perbuatan itu, ada balasannya. Kehidupan ini tidaklah selama mana, oleh yang demikian inginlah kita menjadi seorang Muslimin yang sebenar-benarnya dan bukan hanya pada nama, mengutamakan Rukn Islam yang mana akar ataupun syarat bagi menjadi seorang Islam dan kemudian berharap agar mendapat kebahagiaan dunia akhirat.
Sekian dahulu hurain ringkas mengenai ‘Pergaulan Dalam Islam Antara Lelaki & Perempuan’. Harap mendapat manfa’at daripadanya.
Wallahu Waliyut-Taufiq, Wassalamu’ Alaikum w.w.

sumber : www.geocities.ws/islamicminbar/pdi.htm

Artikel Terkait

Ditulis Oleh : Joko Rahmady Hari: 1:43 PM Kategori:

Penulis : Joko Rahmady ~ Sebuah blog yang menyediakan informasi ~

Artikel Pergaulan Dalam Islam (Lelaki & Perempuan) Di Tulis Oleh Joko Rahmady Pada Hari Sunday, September 16, 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Saran kritik kami terima, bisa lewat komentar
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan.
Disarankan berkomentar di Comment Blog
Kritik Saran dan Tambahan kami tunggu ..

Terima Kasih (Jazakallah)