Friday, November 23, 2012

HARI RAYA SIAPA ???




Jam 00.00 setiap tanggal 1 Januari terlampau istimewa bagi sebagian kalangan. Brgadang semalam suntuk, pesta kembang api dan tiupan terompet hanyalah sebagian warna yang menghiasi detik-detik masuknya Tahun Baru Masehi.  Entah keuntungan apa yang didapat hingga lahir kegembiraan sedemikian rupa. Apa pula istimewanya, hingga sebagian kaum muslimin ikut-ikutan heboh untuk menyambutnya.
Padahal berakhirnya suatu tahun menjadi sinyal dekatnya ajal. Orang-orang shalih dulu pendahulu kita merasa kehilangan atas waktu yang telah lewat. Sahabat Abdullah Bin Ma’sud berkata “Tak ada yang lebih aku sesali dari suatu hari dimana matahari tenggelam, jatah umurku berkurang sementara amalku belum bertambah”. 

Berbeda dengan generasi zaman ini, mereka justru berpesta poralantaran ajal makin dekat. Bukan karena merindukan akhirat, tapi terlena oleh nikmat dunia yang hanya sesaat. Perumpamaan mereka seperti yang telah digambarkan oleh seorang senior tabi’in Imam Hasan al-Bashri, “ Wahai anak Adam, pisau telah diasah, dapur api telah dinyalakan, sedangkan domba masih sibuk menikmati makanan”.
Pencabut nyawa telah siaga, liang kubur menantinya, siksa juga telah disiapkan, tetapi manusia masih terbuai dengan maksiat dan dosa.

Satu Januari bukanlah hari yang istimewa. Bagi seorang muslim, hari yang paling baik adalah hari dimana taubatnya diterima oleh Allah SWT, hari diterimanya amal shalih. Ketika ayat turun berkenaan diterimanya taubat Ka’ab Bin Malik beserta 2 sahabat yang tertinggal dari perang  Tabuk, Rasulullah SAW bersabda “ Bergembiralah dengan hari yang paling baik bagimu sejak ibumu melahirkanmu” (HR.Bukhori). itulah hari baik, bukan hari untuk berhura-hura.

Mestinya kita juga harus kritis terhadap sesuatu yang berasal dari luar islam, tentang apa, mengapa, darimana, siapa pencetusnya dan apa latar belakangnya. Agar kita tidak terjerumus dalam pusaran arus kesesatan anpa sadar. Ketika ada seseorang bernadzar untuk menyembelh onta sebagai qurban di Buwanah, Nabi SAW bertanya, “ Apakah didalamnya terdapat berhala Jahiliyah yang disembah?” mereka menjawab “Tidak”, Beliau bertanya lagi “Apakah didalamnya terdapat salah satu dari hari-hari besar mereka?” mereka menjawab “Tidak”. Beliau bersabda “Tepatilah Nadzarmu….!” (HR. Abu Dawud)

Sudahkan kaum muslimin mempersoalkan asal muasal peringatan 1 Januari sebagai awal Tahun? Memang banyak versi dan perbedaan pendapat tentangnya. Titik tengahnya, penetapan dan perayaan 1 Januari sebagai tahun baru berasal dari Roma, apakah dizaman saat mereka memuja dewa, atau saat mereka beragama nasrani. Dan besar kemungkinannya adalah gabungan antara keduanya. Penaggalan Masehi identic dengan Nasrani, sementara nama-nama bulan dihubungkan dengan nema-nama dewa. Dijadikannya Januari sebagai awal tahun, konon karena Dewa Janus yang kemudian menjadi asal penamaan Januari, diyakini memiliki dua wajah sebagai symbol bahwa dia mapu melihat kejadian masa lalu dan masa depan.

Masih tertarik untuk merayakan Tahun Baru Masehi-kah Anda?

Sumber : Majalah Islam “Ar-Risalah” Edisi 115

Artikel Terkait

Ditulis Oleh : Joko Rahmady Hari: 7:23 PM Kategori:

Penulis : Joko Rahmady ~ Sebuah blog yang menyediakan informasi ~

Artikel HARI RAYA SIAPA ??? Di Tulis Oleh Joko Rahmady Pada Hari Friday, November 23, 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Saran kritik kami terima, bisa lewat komentar
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan.
Disarankan berkomentar di Comment Blog
Kritik Saran dan Tambahan kami tunggu ..

Terima Kasih (Jazakallah)