Sunday, March 24, 2013

Malamnya Tahajud, Subuhnya Kesiangan

Dalam sebuah hadits dijelaskan, hukum itu bijaksana dan Allah Maha Agung. Rasulullah SAW pun cukup mengetahui problem umat, lalu memberikan tuntunan yang relevan supaya jangan sampai nanti kita diakhirat menjadi bangkrut atau merugi. 

Barangkali modal amal kita hanya cukup untuk semntara waktu atau “mengontrak rumah” disurga. Supaya jangan sampai menjadi seperti itu Al-Qur’an menyarankan supaya kita bertahajud dengan bunyi ayatnya sebagai berikut : (Artinya)


“ Dan dari sepertiga malam, bertahajudlah sebagai amalan nafilah (yang dianjurkan) bagi kamu. “

Akan tetapi, kemampuan manusia itu tidak sama. “Kita bekerja keras, banting tulang sepanjang hari. Mana mungkin kita bertahajud?”. Nah, disini Rasulullah SAW memberikan tawaran kepada kita dalam sabdanya yang artinya :
“ Seseorang yang melaksanakan sholat isya secara berjamaah, seakan-akan dia bersholat separuh malam. Dan, mereka melaksanakan sholat subuh secara berjamaah itu sama dengan seseorang yang bersholat sepanjang malam.”

Dengan hadits tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa status tahajud itu hukumnya sunnah, sementara sholat subuh hukumnya wajib. Sekarang kita ambil contoh, ada dua tawaran, yang pertama “Nih, pak, dua tawaran kami. Pertama kami berangkatkan anda untuk melaksanakan haji dengan uang saku seratus juta rupiah. Kedua, berangkat umrah saja akan tetapi uang yang bisa kami berikan sepuluh juta rupiah saja”. Kita memilih yang mana? Tentu memilih yang pertama.

Nah, begitulah antara yang sunah dan yang wajib. Tujuh puluh kali sholat sunah baru bisa menyamakan sholat wajib. Jadi bisa kita katakan seseorang itu tidak pandai menghitung jikalau sholat tahajudnya rajin, tetapi sholat subuhnya tertinggal. Lebih baik tidak sholat tahajud daripada sholat subuhnya tidak berjamaah. 

Mengapa??? Begini, Didalam sebuah hadits dikatakan :
“Dua rekaat sholat sunah subuh, itu lebih baik daripada dunia dan isinya”.

Itu baru sunahnya, belum subuhnya. Memang tahajud itu seutama-utamanya sholat sunah setelah rawatib. Namun, sholat tahajud tetaplah sebatas sholat sunah. Ia tidak bisa mengalahkan sholat fardhu (wajib). Dengan kata lain apabila kita melaksanakn sholat tahajud, jangan sampai sholat subuh secara berjamaahnya teringgal.

Bukankah yang wajib itu didahulukan? Jika sudah lancar baru kita tingktkan ke-yang sunah. Insya Allah.
http://islamic-advance.blogspot.com

Artikel Terkait

Ditulis Oleh : Joko Rahmady Hari: 3:47 AM Kategori:

Penulis : Joko Rahmady ~ Sebuah blog yang menyediakan informasi ~

Artikel Malamnya Tahajud, Subuhnya Kesiangan Di Tulis Oleh Joko Rahmady Pada Hari Sunday, March 24, 2013. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Saran kritik kami terima, bisa lewat komentar
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan.
Disarankan berkomentar di Comment Blog
Kritik Saran dan Tambahan kami tunggu ..

Terima Kasih (Jazakallah)